JAKARTA TIMUR - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Duren Sawit 1 menyelenggarakan Pengajian Pimpinan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bertempat di Aula Islamic Centre Muhammadiyah Duren Sawit, Jakarta Timur. Kegiatan ini mengusung tema "Penguatan Organisasi Menuju Kepemimpinan yang Melayani dan Berkemajuan" sebagai upaya memperkuat ideolagi, spiritualitas, dan komitmen kepemimpinan kader Muhammadiyah dalam menjalankan amanah persyarikatan.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Duren Sawit 1, Bapak H. Keliek Soedarto, B.Sc., SKM., menegaskan bahwa penguatan organisasi harus dimulai dari penguatan ideolagi Muhammadiyah pada setiap kader. Seluruh warga Muhammadiyah diharapkan memahami dan mengamalkan nilai-nilai persyarikatan sebagaimana yang terus digaungkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Menurutnya, menjadi bagi dari Muhammadiyah bukan sekadar identitas organisasi, melainkan komitmen untuk menjalankan ajaran Islam dan berkontribusi dalam mewujudkan gerakan Islam yang berkemajuan. Kader Muhammadiyah perlu memahami arah perjuangan persyarikatan serta membangun suasana berorganisasi yang menggembirakan, penuh semangat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi emosional dan spiritual agar tetap positif. Interaksi yang rutin dengan Al-Qur'an menjadi salah satu ikhtiar untuk membangun kebiasaan baik dan meningkatkan kualitas ibadah. Dengan spiritualitas yang terjaga dan pikiran yang positif, para kader diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi secara lebih baik.
Pada sesi berikutnya, Bapak Syafruddin, S.Pd. menyampaikan tausiyah dan pembekalan singkat yang menekankan pentingnya meluruskan niat serta menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengangkat pesan dari Surah Al-Fatihah, peserta diajak untuk senantiasa memohon petunjuk menuju jalan yang lurus dan menjadikan tuntunan Allah Subhana wa Ta'ala sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas pribadi maupun organisasi.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pesan yang terkandung Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, khususnya alinea terakhir, yang menegaskan pentingnya perjuangan Muhammadiyah dalam mewujudkan kehidupan umat yang diridhoi Allah Subhana wa Ta'ala. Kehidupan ber-Muhammadiyah hendaknya tidak berhenti pada aktivitas organisasi semata, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar mengantarkan umat menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, hingga ke gerbang surga.
Dalam tausiyahnya, Pak Syafruddin juga mengangkat pesan Rasulullah saw. tentang ketaatan terhadap risalah yang beliau bawa. Setiap Muslim hendaknya bersungguh-sungguh mengikuti tuntunan Rasulullah saw. dan tidak mengabaikan ajaran yang menjadi pedoman menuju keselamatan. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para pimpinan dan kader agar menjadikan perjuangan dalam persyarikatan sebagai bagian dari ibadah, dengan niat yang lurus dan komitmen untuk terus memperbaiki diri.
Sementara itu, Bapak Syahrul Hasan, M.M., M.AP., selaku narasumber, menyampaikan materi yang mengajak peserta untuk senantiasa meluruskan niat dalam menjalankan setiap aktivitas, baik dalam kehidupan pribadi maupun ketika mengemban amanah organisasi. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an hendaknya menjadi pengingat sekaligus pendorong bagi setiap kader untuk terus memperbaiki diri dan memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan memiliki tujuan yang baik.
Beliau juga menyoroti perkembangan informasi yang berlangsung begitu cepat di era digital. Arus informasi yang semakin deras menuntut setiap individu maupun organisasi untuk mampu beradaptasi, mengolah informasi secara bijak, serta mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi perubahan zaman. Kemampuan memahami perkembangan informasi menjadi salah satu hal penting agar organisasi tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks pengembangan organisasi, semangat untuk terus melakukan perbaikan menjadi hal yang tidak kalah penting. Setiap kekurangan hendaknya dijadikan bahan evaluasi untuk menghasilkan langkah yang lebih baik. Upaya penyempurnaan tidak harus menunggu segala sesuatunya menjadi sempurna, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah nyata yang memungkinkan untuk segera dilaksanakan.
Pesan yang ditekankan adalah bahwa apabila sesuatu masih dapat diperbaiki menjadi lebih baik, maka perbaikan tersebut perlu terus diupayakan. Lebih baik memulai dan melakukan perbaikan meskipun terlambat daripada tidak melakukan apa pun. Semangat ini diharapkan dapat mendorong para pimpinan dan kader Muhammadiyah untuk terus belajar, berinovasi, serta meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi secara berkelanjutan.
Rangkaian sambutan, tausiyah, dan penyampaian materi tersebut memberikan penekanan bahwa penguatan organisasi tidak dapat dipisahkan dari penguatan ideologi, pembinaan spiritualitas, serta kesiapan menghadapi perkembangan zaman. Kepemimpinan yang melayani dan berkemajuan membutuhkan kader yang memiliki niat tulus, berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, terbuka terhadap perbaikan, dan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Melalui Pengajian Pimpinan ini, PCM Duren Sawit 1 berharap seluruh pimpinan dan kader semakin kokoh dalam ideologi Muhammadiyah, meningkatkan kualitas ibadah, serta mengembangkan kepemimpinan yang melayani, berintegritas, dan berorientasi pada kemajuan persyarikatan.
Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam memajukan Muhammadiyah serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.
Penulis: ecko